Get me outta here!
Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts

Thursday, May 16, 2019

Laila dan Majnun

Adalah kisah cinta anak manusia yaitu Qais dan Layla atau lebih populer di khalayak dengan judul “Layla dan Majnun”. Sebuah maha karya sastra yang sebenarnya jauh lebih tua dari kisah Romeo dan Juliet (William Shakepear, 1616 M). Kisah Layla dan Majnun ditulis oleh Syaikh Nizami Fanjavi (Sufi asal Persia 1188 M) yang terkenal diseluruh dunia sebagai kisah keabadian cinta yang menginspirasi anak manusia tentang pemaknaan akan sejatinya cinta.

Alkisah, di jazirah Arab ada seorang kepala suku bani Amir yang sangat berkecukupan baik secara materi, kedudukan maupun ketinggian ilmunya. Dia seakan memiliki segalanya kecuali satu hal yaitu anak. Semua usaha sudah dilakukan untuk mendapatkan keturunan mulai dari mendatangi tabib-tabib ternama, memakai obat-obat yang berkualitas sampai pengobatan yang terbaik di negerinya, namun semuanya tidak berhasil. Di suatu saat istrinya menyarankan kepada sang suami untuk melakukan sujud kepada Allah berdua dengan memohon secara tulus agar Allah memberikan anugrah kepadanya seorang anak. Kemudian mereka berdua melakukannya. Mereka pun bersujud kepada Tuhan sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang paling dalam seraya berucap: “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah, izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami, anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami”.

Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman. Sejak awal, Qais telah memperlihatkan kecerdasan, berfikir secara rasional dan mempunyai kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang,  memainkan musik dan menggubah syair.

Singkat cerita, pada waktu ia melaksanakan pendidikannya, Qais bertemu dengan gadis yang sangat rupawan, anggun perangainya dan hitam matanya. Dia bernama Layla ”Malam”, karena hitamnya mata dia laksana pekatnya sebuah malam. Disitu Qais sangat mengagumi Layla sampai akhirnya ia pun jatuh cinta, begitu juga dengan Layla yang sangat mencintai Qais, mereka sering memadu kasih dan menyelami percikan cinta dengan jalan berdua. Ketika keluarga Layla (yang termasuk juga keluarga terhormat) mengetahui hubungan mereka dalam memadu kasih dan menganggap tidak pantas melihat mesranya hubungan Layla dan Qais, karena keluar dari tradisi yang ada, akhirnya mereka pun melarang Layla untuk pergi ke sekolah, mereka tak sanggup lagi menahan beban malu dan menurunkan kehormatan keluarga pada masyarakat sekitar.

Ketika Layla sudah tidak ada lagi di tempatnya belajar, Qais menjadi sangat gelisah dan sedih sehingga ia meninggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan tidak bosan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. Yang keluar dari mulut ia tidak lain adalah Layla, layla dan Layla. Tingkahnya yang aneh karena kerinduan yang sangat terhadap Layla membuat Qais dianggap gila oleh masyarakat di sekitarnya, sehingga ia dijuluki dengan Majnun”Gila”. Gila terhadap sang kekasih Layla, popularitas kegilaannya akhirnya melebihi popularitas namanya sendiri, sehingga jika disebut namanya atau nama ayahnya tidak banyak orang yang tahu, tetapi jika disebut si Gila itu telah berkata sesuatu, maka barulah khalayak mengerti siapa yang dimaksud (Qais).

Dalam buku Tokoh-Tokoh Gila Yang Paling Waras karya Abul Qasim An-Naisaburi, diceritakan oleh Ibnu Kalabi: suatu hari Majnun (Qais) mendatangi kampung Layla, kemudian dia ketemu perempuan yang dekat dengan Layla, selanjutnya Majnun mengadukan apa yang dialaminya, lalu perempuan itu berjanji akan mempertemukan Majnun dengan Layla. Akhirnya janji itu terlaksana dan keduanya bertemu, saat itu Majnun berkata dalam sebuah sya’ir:

“Bila dekat rumah (Layla), aku merasa terbebani, tetapi bila aku jauh darinya aku merasa sedih, sehingga dekat maupun jauh tidak bahagia dan terus meronta.

Bila dia janji, cintaku kian menggebu menantinya, bila tidak janji aku mati menanti janjinya, sehingga jauh maupun dekat aku teringankan.

Namun, belum menyembuhkan apa yang kami rasakan, sungguhpun demikian dekat dengannya lebih baik ketimbang jauh darinya.”

Dalam sebuah kesempatan Majnun pernah ditanya: Apakah engkau mencintai Layla? dia menjawab “Tidak” , mengapa demikian?, dia menjawab: “karena cinta disebabkan oleh pandangan mata dan sungguh karena penyebab itu telah tiada, maka Aku adalah Layla dan Layla adalah Aku”.

Ekspresi kecintaan yang sangat deras kepada Layla menyebabkan dia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Layla kekasihnya bukan ke orang lain, tetapi keadaan dan kondisi tidak memungkinkannya untuk selalu bisa bertemu dengan sang kekasih, karena orang tua Layla memingit dan melarang keluar Layla supaya tidak bertemu dengan si gila itu (Majnun), karena dianggap akan merendahkan kehormatan keluarga. Dalam sebuah kesempatan Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Layla dan ia membangun sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Layla. Sepanjang hari Majnun duduk-duduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju desa itu. Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Layla. Ia menyapa burung-burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Layla serta memberitahunya bahwa ia ada di dekatnya. Ia selalu menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila dengan penuh perasaan yang mendalam.

Diceritakan juga pada waktu ada seekor anjing tersesat yang berasal dari desa Layla, ia pun memberinya makan dan merawatnya, mencintainya seolah-olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya anjing itu pergi. Majnun menganggap segala sesuatu yang berasal dari tempat kekasihnya maka ketika ia mengasihi dan menyayanginya, secara otomatis sama seperti ia mengasihi kekasihnya sendiri yaitu Layla.

Ibnu Al-‘Arabi pernah  bersya’ir terkait Layla dan Majnun sebagai berikut:


“Mereka Jauhkan aku dari rumah Layla, Hatiku pun mendampingi penghuni rumah itu,

Adakah jalan bagiku dan baginya menuju cinta

Andaikan semua air susu membeku untuk dituangkan. Lantaran kasihnya lah, ia kan mencair dan mengalir untukku. ”


Diceritakan, Al-Ashmu’i: ”aku diberitahu bahwa kerabat Qais yang gila itu berkata kepada ayahnya, “carikan seorang dokter, barangkali dia bisa mengetahui penyakit Qais.” Kemudian dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter mengalami kesulitan sehingga menyerah dan meninggalkannya, akhirnya Qais pun bersyair:


“Ingat wahai dokter, engkau pengobat badan!

Kasihanilah badan yang ditinggal kekasihnya,

Hanya cinta Layla obat hatiku yang merana, aku penuhi panggilanmu wahai penyeru,

kau panggil aku dengan lemparan batu, niscaya kupenuhi panggilanmu,

Jiwaku takkan meninggalkanmu lantaran penghinaanmu,

Tetapi hanya inilah yang badan mampu menanggungnya.”

Ketika kabar tentang kematian Layla menyebar ke segala penjuru negeri, tak lama kemudian, berita kematian Layla-pun terdengar oleh Majnun. Mendengar kabar itu, ia pun jatuh pingsan di tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri selama beberapa hari. Ketika kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju desa Layla. Nyaris tidak sanggup berjalan lagi, ia menyeret tubuhnya di atas tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di kuburan Layla. Ia berkabung di kuburannya selama beberapa hari. Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Layla kekasihnya dan akhirnya Majnun pun meninggal dunia dengan tenang di atas pusaran Layla yang kemudian Ia pun ahirnya dikubur disamping makam Layla.

Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang Sufi bermimpi melihat Majnun hadir di hadapan Allah. Allah swt menyambut Majnun dengan penuh kasih sayang. Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, “Tidakkah engkau malu memanggil-manggil- Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?”, Sang Sufi pun bangun dari mimpi dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan sangat baik dan penuh kasih oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa, ia pun bertanya-tanya, lantas apa yang terjadi pada Layla yang malang ? Begitu pikiran ini terlintas dalam benaknya, dalam kisah tersebut Allah swt pun mengilhamkan jawaban kepadanya,“Kedudukan Layla jauh lebih tinggi, sebab ia menyembunyikan segenap rahasiaCinta dalam dirinya sendiri.”

Melalui sekelumit cerita Layla dan Majnun ini, semoga bisa memutar kembali kisah klasik yang ada dalam khazanah Islam untuk bisa merefleksikan arti ketulusan cinta dari hati yang terdalam, tentunya dari cerita ini juga melahirkan sikap bagaimana kita menyelami hakikat dan pemaknaan cinta yang sejati, cinta kepada orang yang pantas untuk dicintai dan tentunya cinta kepada yang menciptakan Cinta.

Wednesday, May 10, 2017

*APAKAH AKU SEPERTI INI ?*


 
Ada seorang gadis menyewa rumah sendirian, disebelahnya ada kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak.

Suatu malam tiba-2 listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-2 ada yang mengetuk pintu....

Ternyata seorang anak miskin yang di sebelah rumahnya!!! Anak itu bertanya dengan risau :
" kakak ada lilin tidak....???  

gadis itu berfikir....?????!

 Di benaknya sudah tertanam kata
" JANGAN PINJAMKAN " nanti jadi kebiasaan dan terus meminta.

Maka si gadis menjawab :
*" TIDAK ADA " !!!!* 

Lalu si anak miskin berkata dengan riang, . ." Saya sudah duga ...... kakak tidak ada lilin, ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak, kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin. "

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat2 ..........!!!!?

Dia telah salah menilai orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU

Sejatinya :
*Kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang MEMBUTUHKAN*.

*Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA*.

*Hari ini kita berada diatas tanah, tapi esok lusa tanah pasti di atas kita*

*Jangan kau risaukan NIKMAT yg belum kau miliki...*

*Risaukanlah NIKMAT yang BELUM kau syukuri...*

Selamat merenung utk semua kebaikan & jgn lupa bersyukur... tetap semangatttt... dan jangan lupa selalu *berbagi...*

Monday, May 8, 2017

*Filosofi Angin Sepoi-sepoi*


Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.

Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.

1.Angin Topan.
2. Angin Tornado
3. Angin Bahorok

Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

*Angin Topan* bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.

*Angin Tornado* nggak mau kalah, 30 detik, katanya.

*Angin Bahorok* senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.

Angin *TOPAN* duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…

Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin *TORNADO.*
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.

Terakhir, Angin *BAHOROK*. Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.

Nggak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.

Nggak lama, datang si *ANGIN SEPOI-SEPOI*..

Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, *ANGIN SEPOI-SEPOI* langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…dengan lembut........

Enak banget. *Adem*… *Seger*… *Riyep-riyep* matanya si monyet. Nggak lama *ketiduran* dia terus lepas lah pegangannya

Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

*PESAN MORAL*

Boleh jadi ketika kita Diuji dengan *KESUSAHAN*…

Dicoba dengan *PENDERITAAN*…

Didera *MALAPETAKA*…
 Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…

Tapi jika kita diuji dengan *KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...*
Dan.... *KEJAYAAN*

Disinilah *” KEJATUHAN ”* itu terjadi.

Jangan sampai kita terlena…terbuai..

Tetap
*”Rendah hati”,*
*“Mawas diri”*,
*“Sederhana”*,
*"Berbuat Amal"*
" Hati2 dlm tindakan , perbuatan dan perkataan "

Karena bukan *KRITIKAN* yang membuat kita *"JATUH"* tapi *sanjungan & pujian.*.

Inilah *Hikmah Filosofi Angin Sepoi Sepoi tsb*.

Semoga bermanfaat 
*Selamat beraktivitas*

Tuesday, May 2, 2017

BANYAK HAL HILANG KARENA HANDPHONE


Wawan Setiawan, S.S
Kepala SAIC Adiwiyata

Bismillah, semangat berkarya!!!

Amat mengharukan video tentang seorang anak sekolah. Ia ditanyai bu guru. 

"Mau jadi apa engkau nak kelak? Anak itu menjawab
"Aku mau jadi handphone".
 Apaaa...........handphone
 "Kenapa", ?
 tanya bu guru .
Anak itu terdiam sedih.

Anak itu lalu mulai berkeluh sambil meneteskan air mata  katanya lirih, 

"Ayah dan ibu kemana-mana selalu membawa handphone,
.....tapi .... tak mengajak saya pergi.

Mereka selalu memegang handphone
.....tapi .....
tak memegang tangan saya atau membelai rambut saya apalagi menyayangi saya.

Mereka selalu bermain dengan games handphone tetapi tak mau bermain dengan saya
saat saya membutuhkannya.

Mereka selalu berlari beri makan handphone dengan charge dengan listrik di dinding ....tapi ....tak tahu kalau aku lapar dan butuh makan.

Mereka selalu mengecek apakah handphone selalu ada dan tak hilang..... tapi ....
Tidak mau cek apa yang aku buat atau di mana aku berada.

Mereka selalu berbicara lama sekali pada handphone
....tapi..... malas bicara dengan saya malah mengusir saya saat mereka asyik bicara pada hanphone.

Mereka rajin ganti casing handphone tapi tidak membeliku baju baru.

Mereka beli handphone mahal dan bagus di Mall
....tapi.... makananku murah mama beli di pinggir jalan dekat rumah.

 Terisak-isak anak itu menuturkan hal itu,
didengarkan oleh bu guru yang bagaikan patung tak bergerak dengan tetesan air mata membasahi pipinya, 
mendengarkan dengan haru anak itu berkata
"Aku mau menjadi seperti handphone!!! Seperti handphone.... seperti handphone....!!!".

Sahabat, banyak
Perhatian dan kasih dicuri oleh kesibukan kita dengan handphone.

 Teman bicarapun kita cuekin dan tak hormati krn kita sibuk dengan handphone.

Waktu bincang-bincangpun dicuri oleh handphone.

Kemesraan keluarga
orangtua dan anak bahkan
 suami istri dicuri gara-gara sibuk dengan handphone.

Tidakkah kita bisa mengambil jarak terhadap handphone
.....dan ..... lebih Menghormati dan Mencintai sesama di depan mata?

PERCIKAN HATI
Dari anak anak kita....
saudara kita...
mungkin orang tua kita...
orang orang disekitar kita...yang kita kasihi.

Mari kita Belajar lebih BIJAK dgn pemakaian Handphone
....bukan....justru sebalik nya....
Hidup kita yang  dikuasai Handphone

Semoga terinspirasi

*BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI*

Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta.....

Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan.....

Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan.....

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta'alla  dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah.....

sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati.....

Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah..........

Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah.....

Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita.....

Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita.....

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah.....

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita.....

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah.....

Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan.....

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain  bergelimang harta, tahta dan Wanita. Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota.....

Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al'Quran sebulan dua kali.....

kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur'an.....

Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam.....

Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah.....

Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah......

Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin,
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita.....
maka panggilan Ilaahi makin bertambah dekat...

Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat..........

Sesungguhnya

MATI itu PASTI....

ALAM KUBUR itu BENAR, 

HISAB itu BENAR, 

MAHSYAR ALLAH itu BENAR,

SYURGA dan NERAKA itu BENAR.......

Penyesalan itu selalu terlambat.......
Menunda Taubat menunggu usia Tua.....
Itupun kalau masih sempat....
Sebab syarat MATI gak harus tua, gak harus sakit.....

Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga 100x dunia"

Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik.....???

Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya.....

آمـــــين يا ربّ العالمــين
-------------------------------------------------
_Copy Paste dari Postingan WA Guru kami Al Ustadz Maududi Abdullah, Lc_e

NASEHAT IBU


Suatu pagi, seorang anak gadis bertanya pada ibunya :
“ Ibu, Ibu kok selalu terlihat cantik, Aku ingin seperti Ibu, beritahu Aku caranya.”
dengan Senyum haru dan Tatapan lembut, Si Ibu menjawab ;
“ Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik ”. “ Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum yang ikhlas kepada siapa pun… ”
“ Untuk mata yg indah menawan, lihatlah slalu kebaikan orang lain ”
“ Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin… ”
“ Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang kepadamu…”
“ Untuk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kekotoran batin… ”
" Anakku.....
Janganlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu.
Kecantikan dan Perilaku tdk akan pudar walau oleh kematian.

Biasakan mengucapkan 4 kata kepada siapapun dng santun ;
- Terima Kasih.
- Maaf.
- Tolong dan
- Permisi.

 Jika kamu BENAR, maka kamu tidak perlu marah.
 Jika kamu SALAH, maka kamu wajib minta maaf.
 Kesabaran dengan keluarga adalah KASIH.
 Kesabaran dengan orang lain adalah HORMAT.
 Kesabaran dengan diri sendiri adalah KEYAKINAN.
 Kesabaran dengan TUHAN adalah IMAN.
 Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa AIR MATA.
 Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa KETAKUTAN.
 Jalankan hidup ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa KECERIAAN ..!
 Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu pedih atau lebih baik.
 Setiap masalah yg timbul bisa menguatkan atau menghancurkan.
 Pilihan ada padamu, apakah kamu akan memilih menjadi korban atau pemenang.
 Carilah hati yang indah, bukan wajah yang cantik.
 Hal-hal yang " Indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu Indah "

CERITA INSPIRATIF TENTANG PASIR

*PASIR*

Seorang anak kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai ...
LAUT INI MALING ...

Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI BAIK HATI ...

Seorang anak tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai ...
LAUT INI PEMBUNUH ...

Seorang berperahu dan di hantam badai, lalu menulis dipantai ...
LAUT INI PENUH MARABAHAYA

Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI PENUH BERKAH ...

Sementara seisi lautan tak pernah mengeluh.
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu tanpa sisa.

MAKA.......
JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.

Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.

Tak usah repot repot mau menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun, Karena yang menyukai mu tidak butuh itu, Dan yang membenci mu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi Siapa yang mau berbuat baik.

Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan..

Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.

Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti kita.

Tugas kita adalah berbuat yang baik & benar Bukan menghakimi.

Memaafkan adalah memaafkan tanpa tapi...
Menghargai adalah menghargai tanpa tapi...

Jangan pakai hukum sebab akibat untuk membenarkan amarahmu..

Karena jika kita baik, amarah tak tumbuh subur

*selamat menebar kebaikan*

Monday, December 30, 2013

Menoleh ke Belakang Tahun 2013, For a Better Life in 2014

Selamat Tahun Baru 2014 :)

Tahun 2013 akan berakhir, sebagai penghormatan akan pencapaian diri sendiri, sedikit menengok ke belakang sebentar ada baiknya. Setidaknya untuk mengecek seberapa besar pencapaian tujuan hidup hampir terlaksana. Dan juga untuk mengukur kemampuan diri, mana yang memang tidak bisa dilakukan dan mana yang semestinya bisa dilakukan.

Menoleh kebelakang.......

1. Karir ditahun 2013
     Diawali dengan memutuskan hubungan kerja di Sebuah perusahaan kontraktor besar menjadi pilihan berat diawal tahun, dan bekerja di perusahaan riset malah membuatku semrawut dengan jam kerjanya yang menggila, dari jam 9 pagi bisa ngelembur sampai jam 9 malam, karena worried sama kesehatan diri sendiri, alhasil setelah training 3 bulan, milih untuk caw caw caw dan sekarang sedang duduk manis sebagai Accounting Branch di perusahaan digital printing. Dikasih kepercayaan untuk mengontrol 2 cabang dan sebentar lagi nambah 1 cabang, Jadi total kontrol 3 cabang. Saat ini sih masih banyak belajar untuk beradaptasi dengan yg namanya *deadline* karena sekalipun job desk menumpuk, harus pinter pinter milih mana yang harus diprioritaskan. 

    Harapan Tahun ini, harus bisa lebih ikhlas dalam bekerja, belajar *suka* sama pekerjaan. Karena ternyata, pekerjaan yang dilakukan dengan bahagia, maka hasilnya akan membahagiakan (entah nominalnya, entah rasa hati saat menerima hasilnya, ga dissapointed laaah). Lain hal kalau kerjanya ngeluh mulu, malah bisa membuat pekerjaan ga beres dan saat terima salary juga bete :D

2. Keluarga ditahun 2013
    Tahun tanpa Mamah.. Yeah mungkin gak juga, karena sekalipun raganya gak keliatan lagi, pelukan hangat nya ga bisa dirasain lagi, tapi sepertinya doa doanya semasa hidup masih menjagaku sampai detik ini, Alhamdulillah yah :) Waktu bersama bapak sangat banyak, tapi sayang, aku belum bisa ngasih yang terbaik buat bapak. Baru beberapa sih, tp belum lega, masih banyak list ini itu yang mau dipersembahkan buat buat. Loving you as always dad :*



    Harapan tahun ini, bisa lebih membahagiakan bapak, lebih menghargai keberadaan bapak, lebih memperhatikan bapak. Pokoknya give the best for him !!!!!!!!!!!!!!!! Coiayooooww

Demikian, cara sederhanaku menoleh kebelakang...
Barakallahu fiikum.. Semoga tahun depan better banget, more more more and more :D





Thursday, December 19, 2013

Just Trust it, You'll Get It !

Mencapai sesuatu yang kita inginkan, yang kita harapkan, yang kita dambakan dalam hidup, tentu tidak mudah. Sebagian diantara kita tak berani bermimpi, sebagian lain terus bermimpi dan hanya bermimpi, sebagian yang lain bermimpi dan berjalan menapaki jalan jalan menuju mimpinya.

Lantas apa yang perlu dilakukan agar dapat sampai ke titik pencapaian itu ?

Usaha keras bukan jawaban tepat, tapi ada yang lebih tepat yaitu KEYAKINAN. Karena keyakinan akan sangat berpengaruh pada diri kita, pada apa yang kita pikirkan dan apa yang kelak kita lakukan. Saat keyakinan sudah memenuhi diri kita, maka yang sulit akan menjadi mudah, segala resiko akan dihadapi dengan bijak.

Maka yakinlah dengan mimpi kita, yakinlah dengan kemampuan kita, dan yang terpenting dari yang paling paling penting, yakinilah, kita masih memiliki RABB yang tidak pernah tidur saat kita sedang kelelahan atas kerja keras kita, RABB yang senantiasa menyaksikan keikhlasan dan ketegaran kita. RABB yang berjanji bahwa siapa yang bersungguh sungguh maka dia dapat, dan everybody know janji NYA pasti terbukti, beautiful in it’s time J


Wednesday, September 11, 2013

Kisah Cinta Romantis Fatimah dan Ali Bin Abi Thalib


Inilah kisah cinta romantis diantara Fatimah putri Nabiyullah bersama Ali Bin Abi Thalib, kisah cinta yang menggetarkan hati. Cinta yang meski begitu rahasia, namun sangat indah. :)

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali:

Fatimah : “Wahai suamiku Ali, aku telah halal bagimu, aku pun sangat bersyukur kepada Allah karena ayahku memilihkan aku suami yang tampan, sholeh, cerdas dan baik sepertimu”.

Ali : “Aku pun begitu wahai Fatimahku sayang, aku sangat bersyukur kepada Allah akhirnya cintaku padamu yang telah lama kupendam telah menjadi halal dengan ikatan suci pernikahanku denganmu.”

Fatimah : (berkata dengan lembut) “Wahai suamiku, bolehkah aku berkata jujur padamu? karena aku ingin terjalin komunikasi yang baik diantara kita dan kelanjutan rumah tangga kita”.

Ali : “Tentu saja istriku, silahkan, aku akan mendengarkanmu…”.

Fatimah : “Wahai Ali suamiku, maafkan aku, tahukah engkau bahwa sesungguhnya sebelum aku menikah denganmu, aku telah lama mengagumi dan memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, dan aku merasa pemuda itu pun memendam rasa cintanya untukku. Namun akhirnya ayahku menikahkan aku denganmu. Sekarang aku adalah istrimu, kau adalah imamku maka aku pun ikhlas melayanimu, mendampingimu, mematuhimu dan menaatimu, marilah kita berdua bersama-sama membangun keluarga yang diridhoi Allah”

Sungguh bahagianya Ali mendengar pernyataan Fatimah yang siap mengarungi bahtera kehidupan bersama, suatu pernyataan yang sangat jujur dan tulus dari hati perempuan sholehah. Tapi Ali juga terkejut dan agak sedih ketika mengetahui bahwa sebelum menikah dengannya ternyata Fatimah telah memendam perasaan kepada seorang pemuda. Ali merasa agak sedih karena sepertinya Fatimah menikah dengannya karena permintaan Rasul yang tak lain adalah ayahnya Fatimah, Ali kagum dengan Fatimah yang mau merelakan perasaannya demi taat dan berbakti kepada orang tuanya yaitu Rasul dan mau menjadi istri Ali dengan ikhlas.

Namun Ali memang sungguh pemuda yang sangat baik hati, ia memang sangat bahagia sekali telah menjadi suami Fatimah, tapi karena rasa cintanya karena Allah yang sangat tulus kepada Fatimah, hati Ali pun merasa agak bersalah jika hati Fatimah terluka, karena Ali sangat tahu bagaimana rasanya menderita karena cinta. Dan sekarang Fatimah sedang merasakannya. Ali bingung ingin berkata apa, perasaan didalam hatinya bercampur aduk. Di satu sisi ia sangat bahagia telah menikah dengan Fatimah, dan Fatimah pun telah ikhlas menjadi istrinya. Tapi disisi lain Ali tahu bahwa hati Fatimah sedang terluka. Ali pun terdiam sejenak, ia tak menanggapi pernyataan Fatimah.


Fatimah pun lalu berkata, “Wahai Ali suamiku sayang, Astagfirullah, maafkan aku. Aku tak ada maksud ingin menyakitimu, demi Allah aku hanya ingin jujur padamu, saat ini kaulah pemilik cintaku, raja yang menguasai hatiku.”.

Ali masih saja terdiam, bahkan Ali mengalihkan pandangannya dari wajah Fatimah yang cantik itu.
Melihat sikap Ali, Fatimah pun berkata sambil merayu Ali, “Wahai suamiku Ali, tak usah lah kau pikirkan kata-kataku itu, marilah kita berdua nikmati malam indah kita ini. Ayolah sayang, aku menantimu Ali”.


Ali tetap saja terdiam dan tidak terlalu menghiraukan rayuan Fatimah, tiba-tiba Ali pun berkata, “Fatimah, kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, kau pun tahu betapa aku berjuang memendam rasa cintaku demi untuk ikatan suci bersamamu, kau pun juga tahu betapa bahagianya kau telah menjadi istriku. Tapi Fatimah, tahukah engkau saat ini aku juga sedih karena mengetahui hatimu sedang terluka. Sungguh aku tak ingin orang yang kucintai tersakiti, aku bisa merasa bersalah jika seandainya kau menikahiku bukan karena kau sungguh-sungguh cinta kepadaku. Walaupun aku tahu lambat laun pasti kau akan sangat sungguh-sungguh mencintaiku. Tapi aku tak ingin melihatmu sakit sampai akhirnya kau mencintaiku.”.

Fatimah pun tersenyum mendengar kata-kata Ali, Ali diam sesaat sambil merenung, tak terasa mata Ali pun mulai keluar air mata, lalu dengan sangat tulus Ali berkata lagi, “Wahai Fatimah, aku sudah menikahimu tapi aku belum menyentuh sedikit pun dari dirimu, kau masih suci. Aku rela menceraikanmu malam ini agar kau bisa menikah dengan pemuda yang kau cintai itu, aku akan ikhlas, lagi pula pemuda itu juga mencintaimu. Jadi aku tak akan khawatir ia akan menyakitimu. Aku tak ingin cintaku padamu hanya bertepuk sebelah tangan, sungguh aku sangat mencintaimu, demi Allah aku tak ingin kau terluka… Menikahlah dengannya, aku rela”.

Fatimah juga meneteskan airmata sambil tersenyum menatap Ali, Fatimah sangat kagum dengan ketulusan cinta Ali kepadanya, ketika itu juga Fatimah ingin berkata kepada Ali, tapi Ali memotong dan berkata, “Tapi Fatimah, sebelum aku menceraikanmu, bolehkah aku tahu siapa pemuda yang kau pendam rasa cintanya itu?, aku berjanji tak akan meminta apapun lagi darimu, namun izinkanlah aku mengetahui nama pemuda itu.”

Airmata Fatimah mengalir semakin deras, Fatimah tak kuat lagi membendung rasa bahagianya dan Fatimah langsung memeluk Ali dengan erat. Lalu Fatimah pun berkata dengan tersedu-sedu,“Wahai Ali, demi Allah aku sangat mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu karena Allah."

Berkali-kali Fatimah mengulang kata-katanya. Setelah emosinya bisa terkontrol, Fatimah pun berkata kepada Ali, “Wahai Ali, Awalnya aku ingin tertawa dan menahan tawa sejak melihat sikapmu setelah aku mengatakan bahwa sebenarnya aku memendam rasa cinta kepada seorang pemuda sebelum menikah denganmu, aku hanya ingin menggodamu, sudah lama aku ingin bisa bercanda mesra bersamamu. Tapi kau malah membuatku menangis bahagia. Apakah kau tahu sebenarnya pemuda itu sudah menikah”.

Ali menjadi bingung, Ali pun berkata dengan selembut mungkin, walaupun ia kesal dengan ulah Fatimah kepadanya ”Apa maksudmu wahai Fatimah? Kau bilang padaku bahwa kau memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, tapi kau malah kau bilang sangat mencintaiku, dan kau juga bilang ingin tertawa melihat sikapku, apakah kau ingin mempermainkan aku Fatimah?, sudahlah tolong sebut siapa nama pemuda itu? Mengapa kau mengharapkannya walaupun dia sudah menikah?”.

Fatimah pun kembali memeluk Ali dengan erat, tapi kali ini dengan dekapan yang mesra. Lalu menjawab pertanyaan Ali dengan manja, “Ali sayang, kau benar seperti yang kukatakan bahwa aku memang telah memendam rasa cintaku itu, aku memendamnya bertahun-tahun, sudah sejak lama aku ingin mengungkapkannya, tapi aku terlalu takut, aku tak ingin menodai anugerah cinta yang Allah berikan ini, aku pun tahu bagaimana beratnya memendam rasa cinta apalagi dahulu aku sering bertemu dengannya. Hatiku bergetar bila ku bertemu dengannya. Kau juga benar wahai Ali cintaku, ia memang sudah menikah. Tapi tahukah engkau wahai sayangku, pada malam pertama pernikahannya ia malah dibuat menangis dan kesal oleh perempuan yang baru dinikahinya”

Ali pun masih agak bingung, tapi Fatimah segera melanjutkan kata-katanya dengan nada yang semakin menggoda Ali, ”Kau ingin tahu siapa pemuda itu? Baiklah akan kuberi tahu. Sekarang ia berada disisiku, aku sedang memeluk mesra pemuda itu, tapi kok dia diam saja ya, padahal aku memeluknya sangat erat dan berkata-kata manja padanya, aku sangat mencintainya dan aku pun sangat bahagia ternyata memang dugaanku benar, ia juga sangat mencintaiku…”

Ali berkata kepada Fatimah, “Jadi maksudmu…?”

Fatimah pun berkata, “Ya wahai cintaku, kau benar, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku”.

Subhanallah, Betapa Indahnya Kisah Cinta antara Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra. Maha Suci Allah, Dia-lah yang mengatur segalanya. Dia-lah yang telah mengatur jodoh, rezeki, pertemuan, dan maut dari setiap insan di dunia.

Wednesday, June 26, 2013

Khutbah Iblis di Jahanam

Iblis berkhutbah, iya benar.. Iblis berkhutbah didepan semua pengikutnya, disaat saat paling menegangkan, yaitu saat mereka harus menyaksikan kobaran api yang menyala nyala dan siap membakar mereka..

Al Hasan Al Bashri rahimahullah Berkata :

ذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ

"Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…” (Tafsiir At-Thobari 16/563)



Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah  juga berkata :

يُخْبِرُ تَعَالَى عَمَّا خَطَبَ بِهِ إِبْلِيْسُ أَتْبَاعَهُ، بَعْدَمَا قَضَى اللهُ بَيْنَ عِبَادَهُ، فَأدخل المؤمنين الجنات، وأسكن الكافرين الدركات، فقام فيهم إبليس -لعنه الله -حينئذ خطيبا ليزيدهم حزنا إلى حزنهم (4) وغَبنا إلى غبْنهم، وحسرة إلى حسرتهم

“Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya, lalu Allah memasukan kaum mukminin ke surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka Iblispun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan….” (Tafsiir Al-Qur’an Al-’Adziim 4/489)



Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢)وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا

وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ (٢٣)



“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih”.

Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka” (QS Ibrahim : 22-23)


Setelah iblis menggoda manusia, menipunya, menjerumuskannya. Pada akhirnya, iblis tidak mau bertanggung jawab atas godaan godaannya. Bahkan, ia tidak mau disalahkan juga dicela. Akan Tetapi ia malah menyeru pengikutnya untuk menyalahkan diri sendiri..

Sangat disayangkan, realita saat ini banyak orang dan mungkin aku juga tergolong didalamnya. Senang mengikuti budaya yang sudah rusak, merasa aman karna mayoritas orang melakukan kesalahan yang sama, mengikuti peradaban yang menyimpang dari ajaran.

Ya ALLAH,,
Lindungilah kami dari godaan godaan iblis, jaga hati kami agar beristiqomah dijalanMU selalu..Ampuni kelalaian kami yang berulang, sungguh hati ini tetap tunduk dibawah laskar cinta MU.. dan tetap merunduk di ajaranMu, meski langkah kami begitu lambat, tuntunlah kami ya RABB tuntunlaah..




Tuesday, June 25, 2013

Talk less Do More, Yeaah !!

Udah gak tahu kemana harus ngadu, semua jalan buntu..

Katanya diam gak akan menyelesaikan masalah, tapi saat baru saja ingin memulai berbicara, sanggahan meluber dari tiap sudut !

Bukankah ALLAH memberi kita satu mulut dan dua telinga itu untuk kita mengerti, bahwa kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara. Tapi realitanya jauh beda, human eror dimana mana
-___________-

Fine Fine Fine..

Aku ga boleh sama seperti yang lain, biar aja mereka berkoar paling benarlah, berbicara bahkan berteriak saling membela diri.. Aku harus lain, aku harus bisa kayak pepatah diiklan "Talk Less Do More", biarpun agak susah, tapi mencoba itukan lumrah, mugi mugi berhasil dengan usaha yang continue :)


Bismillahirrahmanirrahiim :)
Ketulusan harus disisihkan dihati, agar selamat tentram damai sentosa jaya abadi.. Hahaha..


Tuesday, August 28, 2012

Ayah, Ini kan Menjadi Cambuk Semangatku


lantas kemana aku harus berlalu..
menjauh dari kicau ocehan manusia tak beradab !
lantas kemana aku harus mencari..
menemukan tempat dimana asaku dapat terurai manis !
sepertinya ini harus ku nikmati, suka atau tidak..

lihat saja nanti, akan ku beli mulut-mulut yg mengolok-olok itu..
aku disini berdiri diatas kedua kakiku sendiri, tanpa ada yang menopang ku !
maka tak ada yang ku takuti selain Rabb ku..
sekuatnya, olokan itu biar menjadi cambuk semangat ku..
bukan menjadi penciut nyali ku, sekalipun aku wanita yang berkodrat lemah..
tapi keyakinanku membabi buta, merasa hatiku kan bisa sekuat karang dilautan sana.

ayah, sebentar lagi ragamu dan ragaku lah yang tersisa dirumah kecil ini..
aku berjanji tak menangis lagi didepanmu, aku berjanji tak mengeluh lagi didepanmu !
aku berjanji untuk sabar, meneladani sikapmu yang mulia itu..

ku masih mengingat semua olokan itu dalam ingatanku,
bukan untuk mendemdam semata, ini untuk cambukan jiwa ku !

* ku ingat saat ayahku mengambil rapotku disekolah, beliau malah mendapat cacian didepan semua wali murid, sedangkan aku hanya bisa menarik nafas panjang mencoba menahan hatiku yang menangis meraung-raung..

*ku ingat saat ayahku harus meminjam uang tetangga pagi-pagi sekali. Hanya untuk memberi ku bekal ongkos sekolah, lalu aku berbohong. Ku bilang padanya, aku masih memiliki sedikit tabungan dari hasil keringatku sendiri, untung aku melihat temanku di bus umum. Lalu aku naik dan dia pasti akan selalu rela meminjamkan aku ongkos tanpa memintanya lagi.. Barakallahufiik kawan :*

*ku ingat sangat jelas, saat ayah ibuku melihat nilai-nilai rapotku yang tidak terlalu buruk, dengan bangga mereka memperlihatkan itu pula kepada saudara-saudaraku. Sedikit bangga dan iba aku menyaksikannya.

*ku ingat, saat ibu membelaiku sampai aku tertidur sambil membacakan surat-surat pendek, lalu ia tertidur pulas, dan terbangun lagi disepertiga malam, dengan penuh cinta ia bermunajat. Mendoakan segala yang terbaik bagi hidupku. Itu hutang yang tak mungkin dapat ku bayar !

*ku ingat, saat aku lulus sekolah, aku mengikuti test masuk kerja sebagai akunting, meski persyaratan disana min adalah s1, ternyata dengan sedikit nekat dan belajar, aku bisa lulus test. Dan ibuku menciumiku berkali-kali saat mengetahuinya.

ibuku sayang yang telah bersandingan dengan Allah SWT, doamu masih saja menjagaku hingga kini, meski hangat belaimu sebelum aku tidur, tak bisa lagi ku rasakan.

ayahku sayang, meski aku belum memenuhi keinginanmu untuk melihat ku mendapat gelar sarjana, aku kan berusaha dulu untuk memenuhi segala kebutuhanmu saat ini. Ku tak mau melihatmu susah lagi diusia senjamu ini !
....

Sunday, February 19, 2012

Komitmen, Kunci Mencapai Tujuan

Ini adalah sebuah cerita inspiratif, mengambil dari hal kecil, yup.. karena bagaimanapun juga ilmu tak harus di dapat dengan pengorbanan materi yang banyak, atau dengan usaha yang sangat menguras waktu banyak. Coba simak cerita pendek ini, dan ambillah manfaatnya untuk diteladani.

Ada dua lelaki yang pergi menuju suatu tempat tujuan mereka mengendarai sebuah mobil pribadi, salah satunya menyupir, dan satunya lagi memberi arahan jalan.

Mereka sangat menikmati perjalanan mereka, dan pada saat itu pula, tiba-tiba mereka di sergap banyaknya kabut besar yang hitam pekat, pengendara mobil tentu saja panik dan meminta izin kepada rekannya untuk menepi dipinggir jalan, layaknya pengendara mobil yang lainnya. Yah, sekedar untuk mencari aman saja.

Dengan tegas, rekannya tesebut memberi arahan untuk melanjutkan perjalanan meski kabut tebal menutupi pandangan mereka. Dan setelah beberapa lama, merekapun berhasil melewati badai itu, dan mereka melihat matahari begitu cerah bersinar, dan mereka menengok ke belakang, kabut itu masih sangat tebal, dan orang-orang yang menepikan kendaraan mereka untuk mengambil aman, berarti masih dalam kabut itu..

Itulah kawan, cerminan singkat tentang kehidupan, bagaimana kita tetap bertahan dalam perjalanan menuju tujuan kia, bagaimana kita menghadapi tantangan untuk mencapai tujuan kita, kuncinya hanya satu, komitmen dengan proses menuju tujuan, dan jangan berhenti manakala kita menemukan rintangan-rintangan.
Layaknya seorang pengusaha, saat ia menjalankan usahanya, dan usahanya tersebut hampir jatuh, jika ia menghentikan usahanya tersebut dan menjalankan usaha baru. Maka sampai kapanpun juga ia tidak akan bisa benar-benar membesarkan usahanya tersebut. Sangat jauh berbeda dengan pengusaha yang rela jatuh bangun untuk membesarkan usahanya, maka dengan do'a dan niat yang baik, maka rintangan seperti apapun itu mampu ia lewati..

so, lupakanlah resiko-resiko itu, jika dengan memikirkan nya saja, sudah bisa mengecilkan niat dan semangat, mari setting ulang komitmen untuk menuju tujuan, jangan lihat sebesar apa resiko dari tujuan kita, tapi lihatlah banyaknya manfaat yang ada jika kita mampu berkomitmen

Wednesday, February 8, 2012

Kisah Haru : Lukisan si Kecil Menimbulkan Penyesalan Mendalam

Sepasang suami isteri , seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. 

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. 

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. 

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. 

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. 

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak. 

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. 

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. 

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris. 

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.. 

Semoga bermanfaat :)


Salam Ukhuwah !

Monday, December 19, 2011

ilmu yang tidak bermanfaat

Diceritakan oleh Al-Haldrami :

Ketika berada di Kordoba, suatu hari aku berjalan-jalan di sebuah los pasar yang menjual buku. Aku menemukan sebuah buku yang sudah lama aku cari. Aku gembira sekali. Bahkan saking gembiranya, buku itu aku bayar lebih dari harga semestinya. Saat akan menyerahkan uang, tiba-tiba datang seorang berpakaian necis langsung membayar lebih mahal lagi untuk buku tersebut. Sejenak aku terkesiap. Aku dekati ia.


"maaf, Tuan pasti seorang ulama besar. Kalau memang sangat membutuhkan buku itu, biar untuk Tuan saja, sekalipun aku telah membayar lebih dari harganya". Kataku

"aku bukan seorang ulama. Bahkan aku tidak tau tentang ilmu agama. Aku hanya gemar mengoleksi buku-buku supaya terkesan sebagai ulama atau setidaknya orang yang terpelajar. Mengingat rak bukuku masih ada yang kosong, dan tampaknya buku ini isinya bagus. Syukurlah, Allah menganugerahkan kepadaku rezeki yang banyak,"

Dengan kesal aku berkata, " Baiklah, orang seperti Tuan ini memang layak mendapatkan rezeki berlimpah. Tapi Tuan tak ubahnya orang yang ompong, yang diberi buah pala. Biarlah, karena kemiskinan, aku gagal mendapatkan buku bermutu yang amat berguna bagiku".

Subhanallah, semangat Al-Haldrami dalam mencari ilmu sangat pantas bahkan perlu untuk dijadikan teladan. Tapi sangatlah menyedihkan ketika kemiskinan membuat batasan bagi kita untuk mencari ilmu. Seperti dulu waktu saya duduk di bangku sekolah, sayapun sempat merasakannya, dan inilah yang menjadi acuan hidup saya, semoga anak cucu saya kelak tidak merasakan hal yang sama dengan saya.

keep spirit for all. !!!!!
come on buktikanlah bahwa kemiskinan bukan alasan untuk kita berhenti berjihad dalam menuntut ilmu. !!!

semoga bermanfaat :)

salam ukhuwah !