Get me outta here!

Tuesday, January 17, 2012

Kutemukan Kebahagiaan Dalam ALqur'an

Beberapa kejadian dalam hidupku, acap kali membuatku tersudut dalam keyakinan bahwa Tuhan begitu kejam, tidak melihat usahaku, dan selalu membeda-bedakan ku dengan yang lain. Entah setan apa yang merasuki otakku saat itu, hingga saat itu jangankan untuk menjalankan kewajibanku sebagai seorang hamba ALLAH, untuk sekedar membalas panggilannya pun aku enggan.

Aku merasa iri, aku iri dengan kakak perempuan ku yang jauh lebih cantik dariku, aku benci saat aku berjalan berdampingan dengannya, karena pasti akan banyak yang menggodanya.

Aku marah, aku kecewa besar, karena aku tidak mempunyai ayah dan ibu yang bergelimangan harta. sedangkan teman-temanku hidup serba berkecukupan, bahkan lebih dari cukup. Tapi kenapa aku hanya merasakan itu untuk sesaat, saat aku masih sangat kanak-kanak.

Aku dengki saat melihat wali kelasku harus membentakku hanya karena biaya sekolahku yang belum dilunasi, bukankah itu urusan orangtuaku?? tapi mengapa harus aku yang dicaci didepan semua teman sekelasku. Tidakkah ada rasa iba dihati mereka??

Aku menangis terisak-isak, dalam pojok kasurku. kasur yang tidak seempuk dan senyaman kasur yang dimiliki teman-temanku. Aku meratapi kesedihanku sendiri, aku kesal, jiwaku penuh amarah yang tak dapat terlampiaskan dengan apapun kecuali dengan airmata yang membasahi bantal guling peyot kesayanganku.

Sempat batinku berbisik jahat, "mengapa aku tidak dilahirkan sangat cantik seperti kakakku, mengapa aku tidak dilahirkan dari rahim ibu yang bersuamikan orang kaya raya, mengapa begini??apakah ALLAH membenciku, lantas mengapa ALLAH membiarkanku begini, padahal aku tak pernah absen shalat, bahkan qiyamul lail pun seringkali ku lakukan. Mungkin benar kata kakak cantik disinetron tadi, TUHAN TIDAK ADIL"

Sejak saat itu aku berniat, aku tak mau lagi sembahyang. Toh, tanpa shalat banyak orang yang bisa kaya. Teman-temanku yang kayapun rata-rata tidak rajin ibadah sepertiku, mungkin aku terlalu rajin ibadah, makanya jadi miskin.

Berbulan-bulan pun aku lawan rasa rinduku pada ketenangan hati yang bisa ku dapat saat sembahyang. Dan selama itu pula, aku mulai mencari makna kebahagiaan. Aku bermain bersama teman-teman, berjalan-jalan di mall, bercanda ria dan menganggap adzan hanyalah angin lewat sahaja. Namun, aku tetap tidak menemukan kebahagiaan. Semakin hari, hatiku malah semakin dirundung gelisah. Aku lelah, dan akupun kembali merenung dipojok kasur, sambil memeluk erat bantal peyot kesayanganku.

Dan pada saat itu, ayahku seperti biasa, menyalakan radio yang memuat ceramah-ceramah islami. Entah mengapa, hari itu aku tak ingin mengganggunya. Padahal biasanya, aku akan marah dan mengganti channelnya dengan lagu-lagu pop terkenal. Aku yang pura-pura tertidur, tenggelam dalam syahdunya lantunan Alqur'an yang dibacakan dengan sangat indah.

Karena tak kuasa lagi menahan rasa rinduku, akupun segera mengambil wudhu, shalat, dan mengambil Alqur'anku yang ternyata telah berdebu. Aku membersihkan dan membuka lembaran demi lembaran. Meski agak gemetar, aku terus membaca dan membaca. Dan pada detik itulah, akhirnya aku menemukan kebahagiaanku. Aku jadi ingat kalimat yang seringkali dikatakan ayahku, "nak, jangan lupa, dengan mengingat ALLAH, maka hati akan tenang"

Astaghfirullahal'adziim,, ternyata bahagia itu bukan berasal dari wajah yang cantik, bukan dari harta yang melimpah ruah, bukan dari tempat-tempat heboh seperti mall dan lain-lain. Aku menemukan kebahagiaanku dalam Alqur'an, dalam lantunan ayat-ayat suci yang berisi begitu banyak makna, yang apabila ku mendengar atau membacanya, maka jiwaku tenang dibuatnya.

Aku bahagia dan aku bersyukur telah lahir dalam rahim seorang wanita muslimah yang bersuamikan lelaki yang berakhlak mulia. Aku bersyukur memiliki kakak cantik yang ceria. Aku bersyukur memiliki teman-teman kaya yang tidak sombong, yang menginspirasiku untuk belajar dan bekerja giat. Supaya kelak, aku bisa mewujudkan cita-citaku, untuk memberangkatkan haji kedua orangtuaku, untuk membelikan mereka rumah. Dan mencukupi segala kebutuhan mereka.

Terima kasih ya ALLAH.. aku bersyukur dan aku ridha ENGKAU sebagai TUHANku.. :')

Semoga bermanfaat :)

Salam Ukhuwah !

0 comments:

Post a Comment