Saat gelap memeluk erat erat,
Seakan jiwa terjun bersama dingin malam yang hitam pekat..
Terkapar, diam, menangis, lalu tersenyum simpul..
Jiwaku menyelundupkan rindu terlalu banyak !
Angan menghambarkan semua kilaunya,
Cermin yang memandangi lurus, gambarkan bunga yang mahkotanya memudar warna..
Seakan bunga itu malu, maka ia menguncupkan indah mahkotanya..
Tapi ia bukan malu, ia hanya tertimpa rasa yang besar, yg sangat besar. Bernama rindu..
Seperti film documenter, semua tampak jelas !
Wajahnya teduh, senyumnya hangat, pandangannya menenangkan..
Tapi waktu membunuhnya, dan membuatnya hilang dari pandanganku..
Penyakit biadab itu, memaksa dia pergi dariku,
Agar rasa sakitnya hilang, berat ! tapi ku relakan ia terlebih dahulu bermain ditaman firdaus..
Mom,
Do you see how much i need you right now ?
.jpg)
0 comments:
Post a Comment