Ia yang dulu begitu penuh pengorbanan dan perhatian..
Kini tampak tak pedulikan aku..
Aku yang galau dalam cerminan hati yang retak..
Mencoba mengukir kembali senyum dihatiku..
Namun kekecewaan telah mencapai puncaknya..
Kemanakah diri yang penuh perhatian itu??
Kemanakah diri yang selalu rela berkorban untukku itu??
Kemanakah lisan yang memanjakan telinga hati itu??
Kemanakah ?? Kemana??
Asaku terpendam membusuk..
Kemanakah ?? Kemana??
Asaku terpendam membusuk..
Menyadari segala sesuatu akan berubah pada masanya,,
Siap atau tidak, mungkin ia tlah berubah..
Entah karena apa, yang jelas aku masih sangat merindunya..
Merindukan saat bersama shalat berjama'ah dengannya..
Merindukan saat meluapkan airmata dalam dekapnya..
Merindukan saat ia menghapus airmataku, dan berjanji untuk menghapus airmataku selamanya.
Merindukan saat ia melakukan apa saja untukku..
Yah, semua memang ada masanya..
Ada masanya ia tulus menyayangiku..
Ada masanya ia jenuh padaku..
Ada masanya ia melupakanku..
Ada masanya ia meninggalkanku..
Terima kasih, atas rajutan kisah indah ini ya ALLAH..
kepediahku biarlah menjadi penawar dosaku..
0 comments:
Post a Comment