Get me outta here!

Monday, December 12, 2011

makna kasih sayang dan pendidikan ibunda

inilah kisah seorang wanita hafidzah, yang berilmu agama sangat baik, ia membagikan ilmu agamanya tersebut kepada anaknya sendri yang berusia 7 tahun yang bisu juga tuli, namun dengan segenap kasih sayangnya, ia berusaha keras mendidik anaknya.. sedangkan suaminya adalah seorang pendosa, yang meski telah coba disadarkan berulang-ulang kali olehnya, suaminya tetap tidak berubah, meskipun begitu, wanita ini tetap tegar, bahkan ia mencurahkan perhatian yang khusus dan lebih pada anaknya ini.


pada suatu hari, anak yang bisu dan tuli ini melihat wajah ayahnya dengan tajam dan memberi isyarat, "wahai ayah ku, shalatlah !! apakah engkau tidak takut akan adzab dan siksa ALLAH SWT, ?". lalu anak ini pun menangis, hingga pada hari selanjutnya, anak ini kembali memberi isyarat kepada anaknya, "ayah, jangan pergi dulu, tunggu sebentar,!". lalu anak ini mengambil wudhu dan menggelar sajadah si sebelah ayahandanya, lalu ia pun shalat, seusai shalat, anak ini mengambil alqur'an dan menunjukkan Qur'an surat Al-Maryam ayat 45 kepada ayahnya, 



(45)Wahai ayahku! Aku takut bahwa engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Rahman, sehingga syaitanlah bagi engkau yang jadi pelindung.

lalu ayahnya pun meneteskan airmatanya. kemudian anaknya mengajaknya ke masjid nabawi, dan menangislah ayahnya ketika mendengar bacaan Al-Qur'anul karim yang menyentuh hatinya itu.


kembali ke rumah, istrinya pun terbengong-bengong melihat perubahan suaminya, lalu suaminya bertanya kepada istrinya tesebut, "bersumpahlah, apakah engkau yang menyuruh anak kita untuk menunjukkan surat maryam kepadaku?", kemudian istrinya menjawab "bukan".. SUBHANALLAH.....



Apa yang membuat anak tersebut bisa mengubah ayahnya yang dari seorang pendosa kemudian menjadi seorang muslim yang baik? Tak lain dan tak bukan itu memang merupakan sebuah hidayah dari Allah. Namun, selain itu, adalah kecerdasan emosional dan spiritual yang luar biasa dari si anak tersebut. Inilah urgensi dari pendidikan seorang ibu.

Pendidikan yang baik dan benar, disertai dengan kesabaran kepada anak akan menimbulkan kecerdasan bagi si anak dan kebaikan bersama yang tak terduga. Pendidikan bukanlah hanya pendidikan intelektual saja. Siapa lagi orang yang paling dekat, paling mengerti, paling sabar, paling banyak menghabiskan waktu dengan anaknya selain seorang ibu?

Itulah, oleh karena itu, siapa lagi yang bisa mendidik seorang anak dengan baik dan sepenuh hati selain seorang ibu? Maka dari itu, seorang muslimah memilikitugas yang besar untuk mendidik anaknya. Pelajaran yang paling mudah dicerna anak adalah dari perilaku contoh orang tuanya dan orang sekitarnya. Apabila orang tuanya baik, insya Allah anaknya pun baik. Walaupun tidak selamanya berlaku demikian. Karena banyak juga orang tuanya yang baik dan mendidik anaknya dengan baik pula namun anak2nya tidak menjadi baik. Itu juga karena kuasa Allah yang hanya memberikan hidayah kepada orang yang dipilih-Nya. Kesalahan mendidik, maka kita akan mendapatkan kerugian yang amat besar. Dan semoga kita bukan termasuk orang2 yang merugi tersebut.
aamiin allahuma aamiin ..
semoga bermanfaat.. :)
salam ukhuwah !

0 comments:

Post a Comment